Toolkit

Daftar Risiko TI Awal (Risk Register Starter)

30 entri risiko TI khas perusahaan utilitas air, lengkap dengan kategori, dampak, likelihood, dan mitigasi awal.

Track: Praktisi TI (K) dan Manajer Risiko/Audit Internal.

Risk register di bawah ini adalah starter list yang dapat digunakan sebagai titik awal. Setiap perusahaan utilitas air harus menyesuaikan dengan:

  1. Skala operasi (jumlah SR, cakupan wilayah)
  2. Tingkat digitalisasi (manual vs SCADA penuh)
  3. Profil ancaman lokal (sejarah insiden, kondisi infrastruktur)
  4. Selera risiko Direksi (risk appetite tertulis)

Skala Penilaian

Likelihood: 1 (sangat jarang) sampai 5 (hampir pasti) Dampak: 1 (minor) sampai 5 (katastropik) Skor Risiko: Likelihood × Dampak (rentang 1 sampai 25)

Klasifikasi: 1 sampai 4 = rendah, 5 sampai 9 = sedang, 10 sampai 15 = tinggi, 16 sampai 25 = kritis.

Kategori 1: Risiko Operasional Sistem

Tabel TK2.1 Kategori 1: Risiko Operasional Sistem

#RisikoLDSkorMitigasi Awal
1Sistem billing down > 4 jam3412Cluster, failover, monitoring 24/7
2SCADA terputus dari control room2510Redundansi link, manual override procedure
3Database pelanggan korup tanpa backup155Backup harian + offsite + uji restore bulanan
4Sistem GIS tidak akurat menyebabkan rugi NRW4312Audit data tahunan, workflow update perubahan
5Integrasi billing-payment gateway gagal3412Heartbeat monitoring, alur reconciliation harian

Kategori 2: Risiko Keamanan Siber

Tabel TK2.2 Kategori 2: Risiko Keamanan Siber

#RisikoLDSkorMitigasi Awal
6Ransomware mengenkripsi sistem billing3515Backup offline, endpoint protection, awareness training
7Phishing sukses ke staf administrasi4312Filter email, security awareness berkala, MFA
8Serangan ke SCADA melalui jaringan TI2510Segmentasi IT/OT, firewall khusus
9Kredensial admin bocor di publik2510Vault password, rotasi berkala, MFA wajib
10Eksploitasi celah aplikasi web public4312Penetration test tahunan, WAF, patch management
11Akses tidak berhak dari vendor eksternal3412Vendor risk assessment, akses terbatas dan terlog
12DDoS ke portal layanan pelanggan236CDN/cloud protection, rate limiting

Kategori 3: Risiko Kepatuhan Regulasi

Tabel TK2.3 Kategori 3: Risiko Kepatuhan Regulasi

#RisikoLDSkorMitigasi Awal
13Pelanggaran UU PDP (data pelanggan bocor)3515Privacy by design, enkripsi, audit trail akses
14Tidak memiliki kebijakan keamanan terdokumentasi (UU ITE Pasal 15)3412Susun kebijakan, approval Direksi, sosialisasi
15Skor Indeks SPBE rendah, sorotan Pemda4312Self-assessment, gap analysis, roadmap perbaikan
16Sistem elektronik tidak teregistrasi PSE Kominfo428Identifikasi sistem strategis, registrasi terjadwal
17Data residency dilanggar (cloud provider luar)248Kebijakan data residency, due diligence vendor
18Tidak ada DRP/BCP teruji (PSTE)4416Susun DRP, uji minimum tahunan, dokumentasi

Kategori 4: Risiko Tata Kelola dan SDM

Tabel TK2.4 Kategori 4: Risiko Tata Kelola dan SDM

#RisikoLDSkorMitigasi Awal
19Key person dependency untuk sistem kritis5420Dokumentasi sistem, job rotation, cross-training
20Tidak ada komite pengarah TI yang aktif339SK komite, agenda berkala, minutes terdokumentasi
21Anggaran TI tidak proporsional dengan ekspektasi4312Business case-driven budgeting, justifikasi ROI
22Tim TI kurang kompetensi untuk teknologi baru4312Skills assessment, training plan, sertifikasi
23Tidak ada proses change management4416CAB minimal mingguan, change request form wajib

Kategori 5: Risiko Vendor dan Pihak Ketiga

Tabel TK2.5 Kategori 5: Risiko Vendor dan Pihak Ketiga

#RisikoLDSkorMitigasi Awal
24Vendor utama bangkrut atau ditarik produknya248Vendor financial assessment, contingency plan
25Vendor tidak memenuhi SLA, sistem terdampak4312SLA tertulis, penalty clause, monitoring
26Lock-in teknologi vendor proprietary4312Strategi exit, data portability di kontrak
27Vendor mengakses data sensitif tanpa kontrol3412Non-Disclosure Agreement, akses berbatas waktu

Kategori 6: Risiko Strategis dan Reputasi

Tabel TK2.6 Kategori 6: Risiko Strategis dan Reputasi

#RisikoLDSkorMitigasi Awal
28Investasi TI besar tanpa hasil terukur4416Gate review, benefit realization tracking
29Insiden TI viral di media sosial339Communication plan, incident response terstruktur
30Gagal digital transformation (sunk cost > Rp 5 miliar)3515Pilot first, phased approach, governance ketat

Penggunaan Risk Register

  1. Adopsi: Pilih 10 sampai 15 risiko paling relevan untuk organisasi Pak/Bu sebagai initial set. Jangan langsung mengelola 30.
  2. Validasi: Bawa daftar awal ke rapat manajemen risiko untuk validasi likelihood dan dampak.
  3. Owner: Setiap risiko harus punya owner dengan nama spesifik, bukan jabatan.
  4. Review: Risk register direview minimum kuartalan oleh komite pengarah TI; tahunan oleh Direksi.
  5. Update: Setiap insiden material → tambahkan risiko baru atau revisi skor.

Catatan akses: Format ini terinspirasi dari ISO 31000:2018 (manajemen risiko) dan COBIT 2019 Risk Scenarios. Acuan lengkap tersedia di situs ISO dan ISACA (sebagian berbayar).


Disclaimer: Risk register ini bersifat ilustratif. Setiap organisasi wajib menyesuaikan dengan profil risiko nyata, kondisi operasional, dan risk appetite yang ditetapkan Direksi.